Menu

3 LANGKAH KUNCI untuk Menjadi Guru Matematika Idaman Siswa

Gambar: pixabay.com

Edumatik.Net – Dalam dunia pendidikan telah Kita ketahui bahwa guru merupakan faktor utama dalam mencerdaskan anak bangsa, bukan hanya mencerdaskan dalam intelektualnya saja melaikan mencerdaskan dalam sikap spritual dan sosialnya. Tugas menjadi seorang guru tidaklah mudah, guru harus bisa mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Dalam melaksanakan tugasnya sorang guru terkadang menemui halangan dan rintangan mulai dari hal terkecil sampai hal terbesar, bahkan ada juga guru yang tidak disukai siswanya terutama guru matematika. Saat gurunya tidak masuk kelas, siswanyapun sangat gembira. Tentunya Bapak/Ibu tidak maukan mengalami hal tersebut? Lantas bagaimana agar Anda menjadi guru idaman siswa? Nah berikut akan Saya bedah secara tuntas, mari kita lihat bersama-sama langkah kuncinya:

1. Meguasai Materi dan Mengetahui Perilaku Siswa

Ya betul sekali, hal pertama yang harus dilakukan adalah menguasai materi pelajaran. Bagaimana mungkin seorang guru dapat menyampaikan materi pelajaran jika gurunyapun tidak menguasainya. Apa yang mau disampaikan coba?

Kata “menguasai materi” memang relatif. Oleh karena itu, agar kemampuannya semakin mantap sebaiknya guru lebih meningkatkan lagi kompetensinya. Carilah ilmu dari mana saja, jangan merasa puas dengan ilmu yang sudah miliki, tidak berpuas diri dengan lamanya bergelut di dunia belajar–mengajar.

Intinya mau belajar lebih, karena ada pepatah mengatakan “seorang profesor yang tidak menambah ilmunya akan kalah dengan anak ingusan yang mau dan terus belajar”. Maka dari itu ayo Kita sama-sama meningkatkan kompetensi Kita dengan mau belajar lebih.

Selain menguasai materi pelajaran tentunya gurupun harus menguasai materi tentang perkembangan peserta didik. Seorang guru harus tau bagaimana karakter dan perilaku peserta didiknya, harus mengetahui perkembangan mentalnya, harus mengetahui cara belajar atau tipe-tipe belajar peserta didiknya. Intinya harus mengetahui secara detail mengenai peserta didiknya. Lantas tujuannya untuk apa?

Dengan Kita mengetahui seluk-beluk siswa, Kita akan tau bagaimana cara yang baik dan tepat dalam menyampaikan materi kepada siswa. Menyadari setiap siswa itu berbeda-beda maka karakternya juga berbeda-beda, bahkan keluhannya juga berbeda sehingga bantuan yang harus diberikan kepada siswapun harus berbeda pula. Maka dari itu sekali lagi Saya mengajak ayo kita menambah pengetahuan Kita agar menjadi guru yang profesional dan diidamkan oleh siswa.

Baca juga: Keterampilan Digital yang Wajib Guru Kuasai di Era Teknologi

2. Dapat Menyampaikan Materi dengan Baik
Langkah kedua yaitu dapat menyampaikan materi dengan baik, ini adalah langkah paling kunci yang harus dikuasi oleh guru. Mungkin bisa dikatakan sia-sia jika Kita sudah menguasai materi tapi tidak bisa menyampaikannya kembali kepada orang lain atau siswa, oleh sebab itu sebaiknya guru seringlah berlatih dalam hal ini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyampaian materi, diantanya:

Sebaiknya seorang guru mempunyai gaya penyampaiannya masing-masing. Apakah mau menggunakan gaya formal, semi formal atau nonformal? Saya sarankan untuk semi formal saja agar tidak terlalu kaku, tapi kembali lagi kepada Anda enaknya menggunakan yang mana. Jika Anda menggunakan semi formal Anda dapat menyebut siswa dengan tuan dan nyonya, bapak dan ibu, mas dan mba, akang dan teteh atau yang lainnya agar suasana di kelas tidak kaku.

Ternyata masih ada guru yang terlalu asik dengan papan tulisnya. Asik berbicara dengan papan tulis, asik dengan soalnya sendiri, asik dengan dunianya sendiri, dan siswapun asik ngobrol dibelakang. Ketika ketahuan ngobrol gurunyapun langsung marah, padahal siswa seperti itu karena tidak mengerti dengan materi yang disampaikannya dikarnakan guru tersebut asik dengan dunianya sendiri.

Nah untuk menghindari hal tersebut cobalah ketika menjelaskan materi Anda jangan membelakangi siswa. Anda tatap semua siswa dan aplikasikan ilmu tentang prilaku siswa, Anda cari siswa yang memerlukan bantuan Anda, kemudian bantulah dia.

Baca juga: Kata Siapa Matematika Tidak Mempunyai Seni?

Ketika menulis materi matematika sebaiknya Anda membagi papan tulis menjadi beberapa halaman agar tulisan Anda rapi dan sistematis sehingga siswapun dapat memahaminya. Gunakan pula sepidol atau kapur yang memiliki warna berbeda, tujuannya untuk memisahkan mana materi konsep, soal, jawaban, dan gambar. Selain mudah dipahami siswa, penggunaan sepidol berwarna juga dapat membuat siswa merasakan hal yang berbeda dengan pandangannya sehingga siswa tidak bosan dan jenuh.

Dalam menyampaikan materi sebaiknya Anda gunakan strategi, pendekatan, metode, model, teknik dan taktik pembelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi lebih variatif dan tidak monoton. Telah banyak studi mengatakan bahwa dengan menggunakan hal tersebut siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Anda tidak harus menerapkannya setiap saat, gunakanlah seperlunya tergantung dari materi yang cocok.

Kaitkan matematika dengan kehidupan nyata, bukan hanya aplikasi aritmatika untuk perdagangan saja tapi fenomena-fenomena hidup pun bisa dijelakan dengan matematika sederhana. Selain itu, selangi mengajar dengan memberikan nasehat-nasehat, humor, anekdot dan cerita. Tapi jangan terlalu sering.

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Mahasiswi Jurusan Matematika Adalah Calon Pendamping yang Baik

3. Ikhlas dalam Menjalankan Profesi
Kunci yang terakhir adalah ikhlas, satu kata yang mudah diucapkan tapi sulit untuk dilaksanankan bahkan indikatornyapun sulit juga untuk ditentukan. Namun ikhlas disini saya arahkan kepada niat, niatkanlah segala aktivitas mengajar hanya untuk ibadah. Menurut beberapa teman dan dosen saya, dengan diniatkan untuk ibadah (ikhlas) maka mengajarpun akan terasa enjoy dan siswapun akan merasa nyaman dengan kita. Insyaalloh kita akan bahagia dunia dan akhirat.

Itulah 3 langkah kunci untuk menjadi seorang guru matematika yang di senangi dan diidamkan siswa, mari Kita perbaiki diri dengan menambah pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi Kita. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat memotivasi Anda. Sampai bertemu lagi di artikel berikutnya. Jika tulisan ini bermanfaat silahkan bagikan ke media sosial Anda!

 

sumber: mutekara.blogspot.co.id dan telah diedit

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 4 =

error: Jangan di Copy yaaa!!! :)